Oleh : Elysia Lesmana
Museum
yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara Nomor 3 ini merupakan cagar budaya
peninggalan De Javasche Bank yang pertama kali dibangun pada tahun 1928 dan
diresmikan pada tanggal 21 juli 2009
oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Meskipun
dibangun pada masa pemerintahan belanda, bangunan museum ini tidak didisain
dengan gaya kuno melainkan dibangun dengan gaya yang sangat modern dan
dilengkapi dengan koleksi – koleksi menarik sehingga menarik pengunjung dalam
negeri dan mancanegara untuk berkunjung ke museum satu ini.
“Koleksi
yang menarik seperti uang kuno, replica emas batang, patung dan foto bangsawan
dan pejabat penting dan lain – lain harus mendapat perawatan rutin dan khusus,
tidak hanya digosok atau dilap saja.” Ujar dewa, seorang petugas Museum Bank
Indonesia ketika diwawancarai.
Menurut
Dewa, akhir – akhir ini Museum Bank Indonesia cukup mendapat perhatian dari
para wisatawan, khususnya para pelajar dan mahasiswa yang sering kali
berkunjung untuk melihat koleksi dari Museum Bank Indonesia yang cukup unik
dan menarik.
Salah
satu koleksi yang cukup unik dan mendapat perhatian banyak adalah baju prajurit
Jepang dan Prajurit belanda. Baju ini mendapat perhatian banyak karena baju ini
ditempatkan di tempat yang unik yaitu berada di lantai dilapisi dengan kaca
bening dan dihiasi dengan cahaya lampu yang cukup terang sehingga pengunjung
yang datang pasti bisa langsung melihatnya sambil berjalan.
Selain
koleksinya, ternyata gaya modern dari museum ini juga dapat membuat penasaran
agar kita berkunjung ke museum satu ini. Auditorium, layar sentuh, dan
pemutaran film di ruangan koleksi merupakan salah satu gaya modern dari Museum
Bank Indonesia agar para pengunjung lebih mudah untuk mengetahui museum satu
ini.
Hal
menarik lainnya, ternyata untuk berkunjung ke Museum ini kita tidak dipungut
biaya sepserpun atau bisa dikatakan gratis. Hal inilah yang membuat Museum Bank
Indonesia agak berbeda dengan museum lainnya karena hampir sebagian besar
museum yang ada akan dipungut biaya apabila kita berkunjung ke sana.
Jika
kita berkunjung ke Museum Bank Indonesia tidak dipungut biaya, lalu pernakah
kita berpikr dari mana biaya untuk merawat dan menjaga koleksi yang ada ? Apalagi
beberapa koleksi tertentu harus mendapatkan perawatan khusus. Lalu darimanakah
semua biaya itu muncul ?
Ternyata
semua biaya itu didapat dari Bank Indonesia. Bank Indonesia sendirilah yang
secara langsung memberikan biaya perawatan untuk merawat koleksi Museum Bank
Indonesia. Bank Indonesia membiayai biaya perawatan Museum ini karena ternyata
Museum Bank Indonesia adalah milik Bank Indonesia sendiri
Komandan
Security Museum Bank Indonesia, Dewa, berharap agar kedepannya Museum Bank
Indonesia bisa lebih maju dari sekarang serta perawatan koleksi, penjagaan
keamanan, dan jumlah pengunjung wisatatawan bisa lebih baik dan maju dari
sekarang ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar